ENG

Kerja Sama Pariwisata Momentum Persatukan Anggota IORA

Jakarta, IORA -  KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) dapat dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mempersatukan negara-negara yang terletak di pesisir Samudra Hindia melalui perjanjian kerja sama pariwisata.

"Indonesia dapat menjadi leading dalam kerja sama pariwisata di IORA, karena berdasarkan sejarah perjalanan kapal Samudereksa dari nusantara mempengaruhi peradaban di sekitar Samudra Hindia," ujar Sekretaris Menteri Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (5/3).

Adanya kedekatan yang dibangun melalui sejarah, lanjut Ukus, menjadi poin penting untuk mulai membangun kerja sama dalam bidang pariwisata dengan negara-negara Samudera Hindia. Berbekal dengan kedekatan itu, sektor pariwisata dapat menjadi ujung tombak membangun dan membuka kerja sama, kemudian dapat disusul pada sektor-sektor lainnya. "Selama ini hanya perdagangan, riset, dan pedidikan. Padahal pariwisata dapat membuka hubungan kerja sama lainnya," ungkap Ukus.

Strategi pendekatan secara konkret, memulai kerja sama dari sektor pariwisata terlebih dahulu dengan mengenalkan situs-situs pariwisata yang memiliki nilai histori pelayaran agung dimulai dari Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Candi Borobudur di Jawa Tengah (Jateng), Tanjung Lesung di Banten, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Danau Toba di Sumatera Utara.

"Lima prioritas ada disabuk Selat Hindia Pertama kita akan branding di IORA ini dan meletakkan dasar karena kita paling strategis," ujarnya.  (Tri Antoro/Jul)