ENG

Ketua Kadin Bacakan Pernyataan Bersama IORA

Jakarta, IORA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani membacakan pernyataan bersama yang mengakhiri Pertemuan Puncak Bisnis (Business Summit) Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA).

Rosan Roeslani saat membacakan Pernyataan Bersama (Joint Declaration) IORA di Jakarta, Senin, juga ditemani dengan sejumlah perwakilan dari kalangan usaha yang berasal dari semua negara anggota.

Pernyataan bersama itu menyebutkan bahwa kalangan pebisnis menyadari perubahan dalam sektor informasi dan teknologi selain membawa tantangan, tetapi juga menimbulkan kesempatan untuk lebih menyejahterakan masyarakat.

Untuk itu, pebisnis IORA menyatakan pentingnya mengenali model pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan dapat melestarikan lingkungan hidup untuk generasi mendatang, seperti dengan menerapkan konsep ekonomi biru.

Apalagi, pebisnis IORA menyatakan bahwa pertumbuhan berkelanjutan dalam rangka memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) dinilai merupakan hal yang penting, antara lain menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan negara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Business Summit IORA itu juga mengingatkan perlunya solusi agar usaha yang kecil dapat meloncat ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengambil bagian dalam proses globalisasi.

Terkait perkembangan jaringan teknologi informasi, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa hal tersebut bukanlah tantangan teknis tetapi lebih merupakan tantangan terhadap penerapan model bisnis yang tepat.

Sementara itu, Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma juga menyatakan pihaknya sangat percaya dengan dorongan penuh untuk memberdayakan UKM.

"Kami sangat percaya bahwa usaha kecil sebenarnya adalah usaha besar. Hal itu adalah kunci kepada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," katanya.

Tema yang diangkat dalam Pertemuan IORA 2017 adalah "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean" (Memperkuat Kerja Sama Maritim untuk Kawasan Samudera Hindia yang Damai, Stabil, dan Makmur).

IORA adalah sebuah organisasi regional beranggotakan 21 negara yang terdiri atas negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, berdasarkan pada prinsip regionalisme terbuka untuk memperkuat kerja sama ekonomi, khususnya memfasilitasi investasi, promosi, dan pembangunan sosial di kawasan.

Perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai 777 miliar dolar AS atau naik 300 persen dibandingkan tahun 1994 yang sebesar 233 miliar dolar AS.

Selain itu, Samudera Hindia merupakan 70 persen jalur perdagangan dunia, termasuk jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan lebih dari setengah kapal kontainer dan dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.

IORA mencakup kurang lebih 2,7 miliar penduduk atau sebanyak 35 persen penduduk dunia. Namun, perannya baru sebesar 12 persen dari pangsa pasar dunia, 10 persen PDB global, dan 13 persen tujuan penanaman modal asing (PMA).

Tercatat, sebesar 96 persen perdagangan intra-IORA dikuasai enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Australia, dan Afrika Selatan. Beberapa negara yang tengah menjadi perhatian penting Pemerintah Indonesia dalam hal perdagangan adalah Bangladesh, Kenya, Mozambik, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan Iran. (Muhammad Razi Rahman)

Sumber: Antara