ENG

Indonesia – Singapura Bahas Golden Jubilee Kedua Negara

Jakarta, IORA - "Indonesia harapkan berbagai proyek kerja sama Indonesia dan Singapura dapat segera terwujud sebagai hasil kesepakatan dua Kepala Negara pada Leader's Retreat tahun lalu" demikian Menlu RI, Retno Marsudi menyampaikan saat setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Senior Negara Singapura, Mohamad Maliki Bin Osman yang dilaksanakan disela-sela IORA Council of the Ministers' Meeting 2017.

Pada kesempatan ini Menlu Retno sampaikan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Singapura kini dalam keadaan yang sangat baik, terlebih sejak diresmikannya Kawasan Industri Kendal oleh kedua kepala negara pada bulan November tahun lalu.

"Kami membahas pentingnya upaya untuk tingkatkan kerja sama di daerah Batam, Bintan, dan Karimun mengingat saat ini potensi kerja sama ekonomi digital tengah berkembang pesat di Batam" jelas Menlu Retno.

Selain membahas mengenai kerja sama ekonomi, kedua Menteri juga membahas rangkaian kegiatan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Singapura. "The Golden Jubilee merupakan kesempatan untuk lebih menumbuhkan kemitraan erat kedua Negara. Kedutaan kita di Singapura telah menjalin koordinasi yang baik demi suksesnya perayaan ini " ujar Menlu Retno.

Adapun untuk kerja sama politik dan keamanan, Menlu Retno menekankan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama khususnya menghadapi aksi terorisme, peredaran obat terlarang, dan perdagangan manusia. Menlu Retno juga membawa komitmen Indonesia ini ke dalam tataran regional melalui penguatan persatuan dan sentralitas ASEAN.

Singapura merupakan mitra dagang terbesar ke-5 Indonesia setelah RRT, Amerika Serikat, Jepang, dan India. Pada tahun 2016, total perdagangan bilateral Indonesia dan Singapura mencapai US$ 25,79 milyar.

Investasi Singapura di Indonesia pada tahun 2016 mencapai US$ 9,2 milyar (1932 proyek), ini menjadikan Singapura sebagai investor asing terbesar dalam lima tahun terakhir.

Singapura juga menjadi kontributor wisatawan asing terbesar terbesar dimana pada tahun 2015 total mencapai 1.519.430 orang, naik 0,014% dari tahun sebelumnya.

Sumber: Kementerian Luar Negeri