ENG

Jakarta Concord Merupakan Dokumen Bersejarah IORA

Jakarta, IORA – Jakarta Concord menjadi dokumen bersejarah mengawali kerjasama antar negara-negara yang berada di pesisir Samudra Hindia yang membentang di wilayah Afrika Timur, Timur Tengah Asia, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia.

“Kami percaya bahwa Kawasan Samudra Hindia kini menjadi salah satu poros kunci dalam perhelatan dunia,’’ ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutan pembukaan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) di Jakarta (7/3).

Salah satu butir penting dari Jakarta Concord yang disepakati oleh para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan perwakilan dari 21 negara anggota IORA adalah bidang kerjasama perdagangan dan investasi.

Dalam dokumen itu, yang khusus terkait kerjasama di bidang ini adalah upaya mendorong kawasan IORA untuk meningkatkan aliran barang, jasa, investasi dan teknologi, dalam rangka stimulus pertumbuhan ekonomi.

Kawasan Samudera Hindia merupakan wilayah strategis bagi jalur pengangkutan karena setengah dari total kapal kontainer dunia, sepertiga bulk kargo, dan dua pertiga kapal pengangkut minyak melintasi kawasan tersebut .

Namun sayang, perannya baru 12 persen dari pangsa pasar dunia dan 10 persen dari produk domestik bruto global.

Hal penting lainnya dalam Kesepakatan Jakarta yang dihasilkan dalam KTT IORA itu adalah mencari cara untuk meningkatkan kapasitas produksi, daya saing dan peningkatan nilai produk; meningkatkan kerjasama publik-swasta dalam pembangunan infrastruktur; memperkuat keterlibatan sektor swasta, khususnya sektor UKM.

Upaya-upaya tersebut dilakukan melalui dialog dan interaksi antara pemerintah dan pebisnis, termasuk pengusaha perempuan; melanjutkan reformasi peraturan untuk mendorong daya saing dan inovasi serta kemudahan bisnis.

Di samping itu, hal-hal yang pokok adalah upaya meningkatkan keterhubungan (institusi, lembaga dan perorangan) di wilayah Samudra Hindia, termasuk memfasilitasi kegiatan usaha; mempromosikan pengiriman, pelabuhan, transportasi dan aliansi logistik di kawasan ini dan dengan wilayah lain di dunia; serta mengembangkan standar yang cocok antar Negara Anggota IORA, dengan mempertimbangkan standar internasional. (Ahmed Kurnia/Bambang Purwanto)