SEJARAH PEMBENTUKAN
Pada tanggal 29—31 Maret 1995, Pemerintah Mauritius mengadakan pertemuan untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi negara-negara yang terletak di lingkar Samudra Hindia. Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah perwakilan yang terdiri dari kalangan pemerintah, bisnis, dan akademisi dari sejumlah negara seperti: Australia, India, Kenya, Mauritius, Oman, Singapura, dan Afrika Selatan, yang dikenal sebagai "Core Group States" atau M-7. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada akhir pertemuan, para peserta menyepakati "Prinsip-prinsip Regionalisme Terbuka dan Inklusivitas Keanggotaan, dengan tujuan liberalisasi perdagangan dan promosi kerjasama perdagangan. Kegiatan akan difokuskan pada Fasilitasi Perdagangan, Kemajuan Kerjasama Investasi dan Ekonomi. "

Sebuah Kelompok Kerja tripartit—Pemerintah, Akademisi, dan Swasta—bertemu di Mauritius pada 15—17 Agustus 1995. Pertemuan ini memutuskan untuk menciptakan proses second track menuju Gerakan Inter-Governmental. Pada pertemuan selanjutnya di bulan September 1996 di Mauritius, piagam berdirinya IORA dirampungkan dengan penambahan anggota: Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, Yaman, Tanzania, Madagaskar, dan Mozambik yang dikenal sebagai M-14.


ADOPSI PIAGAM IORA
IORA secara resmi berdiri pada Pertemuan Tingkat Menteri yang pertama di Mauritius pada 6—7 Maret 1997. Pertemuan ini mengadopsi Piagam IORA dan menetapkan sejumlah isu administrasi dan prosedural.

MEKANISME PERESMIAN DAN MITRA WICARA
Pertemuan dua tahunan Dewan Menteri ke-2 diadakan di Maputo, Mozambik pada bulan Maret 1999. Pertemuan ini sangat penting bagi masa depan IORA. Para menteri menyepakati hasil nyata yang fokus pada agenda perdagangan dan investasi berdasarkan fasilitasi perdagangan, liberalisasi perdagangan, dan kerja sama ekonomi dan bidang teknis. Dalam pertemuan tersebut disepakati terbentuknya Kelompok Kerja Perdagangan dan Investasi (Working Group on Trade and Investment/WGTI). Para Menteri juga memutuskan untuk mengundang Bangladesh, Iran, Seychelles, Thailand, dan Uni Emirat Arab untuk bergabung dalam asosiasi dan mengundang Mesir dan Jepang untuk berpartisipasi sebagai mitra wicara.

Pertemuan luar biasa Dewan Menteri IORA berlangsung di Muskat, Oman pada Januari 2000 dirancang untuk menyambut para anggota baru dan mitra wicara di IORA secara resmi. Pada pertemuan ini untuk pertama kalinya WGTI bertemu. Pada pertemuan ini, para menteri mengadopsi Rencana Aksi Perdagangan dan Investasi, yang di dalamnya terkandung kesepakatan untuk mengompilasi sebuah kompendium mengenai Rezim Bea Cukai, Karantina,dan Inspeksi Makanan dan Rezim Investasi untuk diselesaikan sebelum Pertemuan tingkat menteri berikutnya di Oman pada bulan April 2001. Pertemuan tersebut juga menyetujui dokumen permohonan Republik Rakyat Tiongkok dan Inggris untuk memperoleh status mitra wicara.

Pertemuan Tingkat Menteri IORA diadakan di Muskat, Oman, pada 7—8 April 2001. Pertemuan Dewan Menteri ini didahului dengan Komite Pejabat Tinggi (Committee of Senior Officials/CSO); Kelompok Akademisi Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Academic Group/IORAG); Forum Bisnis Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Business Forum (IORBF); dan Kelompok Kerja Bidang Perdagangan dan Investasi (Working Group on Trade and Investment/WGTI). Pada pertemuan ini, Prancis disetujui sebagai mitra wicara.

Dalam beberapa tahun ini, IORA telah menorehkan momentum yang luar biasa. Kerja sama regional terus diperluas dan diperdalam. Keanggotaan asosiasi juga terus bertambah. Pada November 2012, Komoro menjadi negara anggota IORA yang ke-20, dan Amerika Serikat menjadi mitra wicara yang ke-6.

Sumber: www.iora.net dan iora.kemlu.go.id

(Penerjemah:Ugi)